PERUBAHAN KALENDER DARI SISTEM JULIAN KE GREGORIAN

Diperkenalkan di berbagai bagian benua Eropa pada tahun 1582, dan di Inggris tahun 1752

Perubahan kalender ini satu-satunya revisi yang terjadi pada masa Kekristenan.

Sebagaimana halnya bagi bangsa Yahudi, bangsa Romawi kuno juga memakai 7 hari dalam sepekan. Kaisar Julius, penguasa tunggal pertama, atau diktator Roma, muncul dengan rencana pembaruan kalender, pada abad pertama sebelum Kristus (46 SM). Ia menetapkan satu tahun persis 365 1/4 hari, dengan mengumpulkan “kelebihan” waktu itu sehingga satu tahun menjadi 366 hari setiap tahun keempat.

“Kelebihan” waktu itu dikumpulkan karena jangka waktu sesungguhnya bumi mengelilingi matahari itu hanya memerlukan kurang dari 365 1/4 hari!) Walau kalander Julian itu lebih lama 11 menit 10 detik, namun hanya dibatasi sampai masa 12 bulan, dan menentukan nama bulan ketujuh (Juli) dengan namanya sendiri. Kalender Julian juga tetap memakai 7 hari sepekan kitab Kejaclian. Hanya masalahnya ialah bahwa sistem ini menambahkan satu hari penuh setiap empat tahun, yang membuat satu tahun itu menjadi 365 hari, 5 jam, 49 menit, sehingga membuat kelebihan waktu kalender, tetapi bukan waktu sebenarnya.

Pada abad ke-16 era Kekristenan, kelebihan waktu yang bertambah kepada kalender Julian hingga waktu itu adalah 10 hari lebih maju daripada waktu sesungguhnya, sehingga Paus Gregory XIII setuju untuk mengambil inisiatif memperbaiki gep (jurang) kelebihan waktu itu..

Pada tahun 1582, agar ketidaktepatan kalender seperti sebelumnya jangan terulang lagi, seorang pakar astronomi Italia membuat satu formula baru, yang akhirnya disetujui oleh Paus Gregory pada tahun itu juga. Cara ini mengusulkan bahwa setiap seratus tahun, atau tahun ke seratus (1800, 1900, 2000, 2100, dan sebagainya) tidak boleh dihitung sebagai tahun kabisat, kecuali setiap tahun keempat ratus, dimulai dari tahun 2000. Formula ini berfungsi untuk menjaga agar pada hampir setiap masa cocok dengan penanggalan kalender. Jadi perbedaan menit yang ada pada penanggalan sipil dan yang sebenarnya pada skema Gregorian tidak akan mencapai menjadi satu hari saja dalam jangka waktu 5000 tahun!

untitled1

Untuk mengembalikan kelebihan 10 hari kalender tahun sipil sesuai dengan jadwal yang sebenarnya, sepuluh hari itu pun dihilangkah (dianggap tidak ada). Jadi kalender Julian bukan diganti tapi disesuaikan, sehingga tanggal 5 Oktober dengan “Sistem Lama” disesuaikan menjadi tanggal. 15 Oktober. Nama dan jumlah bulan tahun Julian tetap digunakan, sebagaimana juga susunan biasa akan hari dalam satu pekan. Walau tanggal 5 Okltober pada “Sistem Lama” itu telah menjadi 15 Oktober, namun itu masih persis hari yang sama, yaitu hari Jumat pada tahun 1582.

Jadi tanggalnya yang diubah bukan harinya. Siklus mingguan bersejarah itu, rotasi pergantian ketujuh hari dalam sepekan itu tidak mengalami perubahan apa pun oleh penyesuaian yang diadakan oleh Paus -Gregory.

Untuk mengetahui lebih rinci tentang perubahan kalender, bacalah ensiklopedi yang terkenal seperti Ensiklopedi Brintannica, World Book, Golden Book, Chambers, dan sebagainya, dan juga Kamus Besar lainnya

Komentar bertahan »

Sabath

Berikut beberapa artikel penjelasan Mengenai Hari Sabath

Sering kali orang-orang memberikan perhatian tentang pemeliharaan hari Sabat Alkitab ingin mengetahui jika kita dapat memberitahukan di mana kita berada dalam urutan waktu. Satu-satunya jalan- untuk membuktikan bahwa waktu telah hilang adalah menentukan kapan dan di mana waktu itu hilang dan di dalam tindakan itu kita akan menemukannya.

Apakah hari-hari penciptaan adalah 24 jam, sama seperti sekarang?

Kata Ibrani yang dipakai untuk “hari” dalam Kejadian 1 adalah “yom”. Penggunaan umum untuk kata “yom” adalah untuk hari yang lamanya 24 jam. Peraturan dasar untuk penterjemahkan ialah dengan menggunakan arti yang umum, terkecuali konteksnya mempunyai petunjuk jelas atau tanda-tanda bahwa ada arti lain yang dimaksud. Namun tanda-tanda seperti itu tidak ditemukan dalam Kejadian 1, sebaliknya ada beberapa petunjuk /indikator yang mengarahkan ke arti harafiah, hari yang 24 jam lamanya, antara lain :

  • Hari-hari dinyatakan dengan bilangan tingkat (“hari pertama”, “hari kedua”, … dst). Apabila kata “yom” disertai kata penunjuk bilangan tentu, maka yang dimaksudkan selalu yang harafiah yaitu 24 jam (misalnya Kejadian 7:11, Keluaran 16:1)
  • Pernyataan “jadilah petang dan jadilah pagi …”, ini dilakukan dalam bahasa Ibrani bila yang dimaksud adalah hari yang lamanya 24 jam. Hal ini merupakan cara khas yang dipakai umat Allah dalam Perjanjian Lama. Satu hari diukur dengan ungkapan “petang dan pagi” yang dimulai dari matahari terbenam (Imamat 23:32, Ulangan 16:6).
  • Pernyataan Allah sendiri dalam Hukum Keempat dalam Sepuluh Hukum (Keluaran 20:8-11) : “… Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, … Ia berhenti pada hari ketujuh ..” Hanya Allahlah yang membuat 1 (satu) pekan berisi 7 (tujuh) hari, sama seperti yang terjadi sampai sekarang. (Baca juga butir 6)

Apakah ada hari yang hilang antara zaman Adam dan Musa?

Semenjak jaman penciptaan pada waktu Allah mengasingkan hari yang ketujuh sebagai hari Sabat mingguan, para bapa telah mencatat dengan teliti hari, bulan, dan tahun, contoh: catatan Nabi Nuh dan Air Bah, Kejadian 7: 11,12,24; 8: 4,5, dsb. Tetapi jika manusia bingung dan lalai, Allah tidak akan melupakannya, dan pada zaman Musa, Ia menjauhkan semua dasar kebingungan atau kebimbangan dengan memberikan mujizat yang dramatis.

Keluaran 16:1-36. Lebih 40 tahun atau 2080 minggu Allah membuat empat mujizat setiap minggu, di mana- Ia menunjukkan dan menandai dengan jelas hari Sabat hari ketujuh.

  • Manna turun tiap hari selama lima hari pertama setiap minggu, jika dikumpulkan dua kali lipat akan busuk .
  • Pada hari keenam turun dua kali lipat, yang sebagian lagi untuk hari yang ketujuh tidak busuk.
  • Pada hari ketujuh, atau hari Sabat, manna tidak turun.

Apakah hari Sabat hilang di antara zaman Musa dan ketika Yesus hidup di atas dunia?

Pada zaman antara pemberian manna dan zaman Kristus, bangsa Yahudi menggunakan satu jenis kalender dan mencatat waktu secara teliti (selain Sabat mingguan, mereka harus merayakan hari-hari raya pada waktu yang ditetapkan, Imamat 23).

Kebiasaan Yesus memelihara hari Sabat membuktikan bangsa Yahudi tidak kehilangan jejak hari Sabat sampai pada zaman-Nya, karena Ia juga memelihara hari yang dipelahara bangsa Yahudi sebagai hari Sabat. Jika seandainya bangsa Yahudi salah dalam perhitungan hari, sudah tentu Yesus akan meralat hal itu (seperti juga ada banyak peraturan-peraturan yang dikecamNya)

Sudahkah hari Sabat hilang setelah zaman Yesus?

Hari ketujuh tidak mungkin dapat kehilangan jejak sejak zaman Kristus hingga sekarang, karena :

  • Tiga kalender yang selaras telah dipakai secara berdampingan hampir sepanjang zaman keKristenan, yaitu kalender Yahudi, kalender Kristiani dan kalender Islam. Walaupun ada perbedaan dalam beberapa hal, ketiga-tiganya sesuai mengenai urutan hari-hari dalam minggu.
  • Pemeliharaan hari raya Paskah modern (Easter) yang memperingati hari kebangkitan Kristus dan juga Jumat Agung yang memperingati hari Kematian Kristus. Bila dunia dapat konsisten mengenai hari Jumat dan Minggu, maka tentunya hari Sabtu juga tidak berubah.
  • Tidak pernah ada perubahan kalender yang mempengaruhi urutan hari-hari dalam satu minggu, meskipun pernah ada perubahan dari kalender Julian (zaman Julius Caesar) ke kalender Gregorian (oleh Paus Gregory XIII). Pernyataan mengenai hal ini :”Harus dicatat bahwa pada zaman Kristen urutan hari-hari dalam 1 minggu tidak pernah diganggu. Jadi ketika Paus Gregory XIII membarui kalender tahun 1582, Kamis 4 Oktober, diikuti hari Jumat, 15 Oktober. Demikian juga di Inggris tahun 1752, Rabu 2 September, diikuti oleh hari Kamis, 14 September, (The Catholic Encyclopedia, jilid III, art.”Chronology”, hal 740).
  • Bukti terakhir untuk menghilangkan bayangan keraguan ialah Ilmu Perbintangan. Jika seorang ahli perbintangan dikurung selama enam bulan dalam sebuah gua di bawah tanah tanpa jam dan kalender atau alat apapun sehingga ia kehilangan jejak perhitungan hari, hanya dalam beberapa jam di dalam sebuah teropong bintang, dengan memeriksa posisi dan gerakan bintang-bintang, ia akan sanggup mengetahui waktu, penanggalan serta hari apa saat itu.

Pernyataan ahli Ilmu Perbintangan tentang urutan hari-hari dalam minggu :

  • Dalam bukunya “Hari Yang Hampir Dilupakan” ( hal 30-32 ), Mark Finley menulis : “Sehubungan dengan usaha untuk mendapatkan bukti yang nyata tentang asal usul dan berkesinambungannya siklus mingguan, saya memutuskan untuk menulis surat kepada ahli Ilmu Perbintangan Kerajaan di Royal Greenwich Observatory, London, Inggris. Observatorium Greenwich ini menyimpan catatan yang akurat tentang waktu di seluruh duniaInilah surat saya yang ditulis pada tanggal 11 Februari 1974:

Tuan yang terhormat,

Pada saat ini saya sedang mengadakan penelitian tentang urutan siklus mingguan yang tidak pernah putus. Beberapa ahli ilmu perbintangan Eropah menyatakan bahwa siklus mingguan telah sampai kepada kita secara terus menerus dan tidak pernah putus sejak waktu yang lalu; dengan kata lain, bahwa hari ketujuh yang kita miliki dalam siklus mingguan sekarang ini, misalnya saja, adalah sama dengan hari ketujuh dalam minggu yang terdapat di zaman Alkitab. Pertanyaan saya terbagi dalam tiga bagian:
1. Apakah hasil penyelidikan Anda sehubungan dengan siklus mingguan yang tidak pernah putus sejak masa yang lalu itu?
2. Apakah dengan adanya perubahan kalender di masa yang lalu (dari Julian ke Gregorian, dan sebagainya) mempengaruhi siklus mingguan tersebut?
3. Apakah hari Sabtu yang kita miliki pada zaman ini mempunyai pernyataan garis lurus yang sama dalam siklus tujuh hari dibandingkan dengan had Sabtu yang disebutkan dalam catatan Alkitab pada hari penyaliban Kristus?

“Saya sangat menghargai waktu yang Anda gunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dan dengan segera mengharapkan jawabanya.

Hormat saya, Mark Finley

Lalu jawabannya…

Tuan yang terhormat,

Surat saudara yang ditujukan kepada ahli Ilmu Perbintangan Kerajaan di Greenwich telah dikirimkan kepada kami, dan pimpinannya telah meminta saya untuk menjawabnya.

Kesinambungan tujuh hari dalam satu minggu sudah dipertahankan sejak zaman yang paling awal dalam agama orang Yahudi.

Ahli perbintangan boleh jadi menaruh perhatian sehubungan dengan keputusan-keputusan tentang waktu, tanggal di kalender, dan tahun. Akan tetapi, oleh karena siklus mingguan adalah siklus sipil, sosial, dan agama, maka tidak ada alasan apapun yang membuat hal itu diganggu oleh penyesuaian yang terjadi di dalam kalender.

Setiap usaha yang dilakukan untuk mengganggu siklus tujuh hari itu selalu saja menimbulkan tantangan yang sangat keras dari pihak kekuasaan bangsa Yahudi, dan kita memastikan bahwa tidak ada gangguan apapun yang terjadi dengan adanya perubahan. Perubahan model kaiender dari Julian ke Gregorian (1582-1927) sudah terjadi tetapi siklus urutan hari dalam minggu itu tidak berubah.

Sahabatmu

R. H. Tucker Pegawai urusan Penerangan

Urutan hari-hari dalam satu minggu tidak pernah berubah. Dari manakah perhitungan 1 minggu = 7 hari?

Dari manakah perhitungan 1 hari = 24 jam?
Para ahli menghitung dari lamanya bumi mengitari porosnya sendiri (rotasi bumi).Dari manakah perhitungan lamanya 1 bulan?
Para ahli menghitung dari lamanya bulan mengitari bumi.Dari manakah perhitungan berapa lama 1 tahun?
Para ahli menghitung dari lamanya bumi mengitari matahari (revolusi bumi).

Dari manakan perhitungan 1 minggu (yakni 7 hari)?
Para ahli tidak dapat menemukan jawabnya dari fenomena alam, jawabannya hanya terdapat di Alkitab, yaitu karena Allah sendirilah yang membuatnya demikian. “… Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, … Ia berhenti pada hari ketujuh ..” Keluaran 20:11

Catatan :

Sejarah membuktikan bahwa periode satu minggu terdiri dari 7 hari inilah yang paling sesuai dengan irama hidup sehari-hari. Pada tahun 1792 Perancis mencoba sistem 1 minggu = 10 hari, tetapi gagal. Pada tahun 1929 Uni Soviet mencoba sistem 5 hari dan pada tahun 1932 enam hari, tetapi pada tahun 1940 mereka kembali ke sistem 7 hari. (Widya Wiyata-Aneka Keajaiban hal 7).

Komentar bertahan »

The Sabbath Under Crossfire

The Sabbath Under Crossfire

Penulis Resensi : Richard C. Nickels

Benar-benar menakjubkan, dan Saudara membutuhkannya! Buku yang ditulis oleh Dr. Samuele Bacchiocchi., membahas masalah kritis yang amat penting bagi umat Tuhan sekarang maupun sebelumnya.
Bulan Juli 1998, Paus Yohanes Paulus II menerbitkan Surat Pastoral Dies Domini (Hari Minggu), yang menyerukan agar umat Kristen beribadah di hari Minggu sebagai penggenapan Sabat, dan meminta perundang-undangan sipil untuk memberi sarana kepada peribadahan Minggu ini. Adanya pengajaran Katolik tradisional, yang sampai sekarang, mengakui bahwa pemeliharaan (peribadahan) hari Minggu berasal dari tradisi gereja dan bukan mandat dari Alkitab, maka Paus berusaha menyediakan dukungan Alkitabiah untuk pemeliharaan hari Minggu. Adanya kebutuhan untuk menanggapi teologi “baru” dari Paus inilah yang merupakan salah satu alasan mengapa Dr. Bacchiocchi memutuskan untuk menulis buku terbarunya ini.

Awal tahun 1998, Dale Ratzlaff, pendahulu Gereja Advent Hari KeTujuh, penulis buku “Sabat dalam Krisis” (1998), muncul di stasiun radio KJSL di St. Louis, Missouri. Ia secara kejam menyerang hari Sabat. Bukunya telah digunakan lebih dulu oleh Joseph Tkach dari Gereja Al Masehi (Worlwide Church of God) untuk membuang keabsahan dari pemeliharaan Sabat. Kawan saya, Neil Gardner dari Florissant, Missouri, menanggapi pemberitaan di radio tersebut, melalui surat ia menjawab butir-butir yang diajukan Ratzlaff, meminta waktu yang tepat untuk menyuguhkan peneguhan terhadap ajaran Sabat hari ke-tujuh. Gardner meminta saya untuk menyertainya dalam mempertahankan Sabat. Saya menyadari bahwa diri saya tidak sesuai menghadapi seorang retoris (pandai berbicara) seperti Ratzalf. Saya menyarankan untuk mencoba mendatangkan Dr. Bacchiocchi untuk menghadapi Ratzlaff, yang ternyata beliau sangat bersedia. Diskusi/ debat pertama berlangsung tanggal 15 Juni 1988 dan dilanjutkan selama beberapa minggu lewat internet. Akhirnya Ratzlaff mundur dari diskusi selanjutnya. Serangan Ratzalf yang anti-Sabat inilah yang merupakan motivasi kedua dari buku Bacchiocchi yang baru ini.

Paus menantang umat Kristen untuk menghormati hari Minggu, bukan hanya sebagai institusi Gerejawi, tetapi sebagai perintah Ilahi, sebagai “ekspresi yang penuh” dari Sabat. Ini sangat kontras dengan apa yang disebut “Perjanjian Baru”, dan berhubungan dengn ajaran “Dispensasi” (dianut oleh Ratzlaff dan Tkach) yang menekankan secara tegas bahwa tidak ada kesinambungan antara Sabat dan Minggu. Penganut “Dispensasi” menyatakan bahwa Sabat adalah hukum Musa, Perjanjian Lama, suatu institusi yang berakhir di salib.

Bacchiocchi memperlihatkan bahwa hari Minggu bukanlah Sabat, seperti yang dinyatakan Paus saat ini, karena kedua hari tersebut berbeda dalam otoritas, makna dan pengalaman. Hari Minggu sangat kurang dalam hal otoritas sehingga memerlukan panggilan Paus untuk pengesahan sipil agar dijadikan hari peribadahan. Pada kebanyakan negara-negara di Eropa, undang-udang hari Minggu telah berlaku bertahun-tahun lamanya, namun pengunjung kebaktian Minggu kurang dari 10% dari populasi umat Kristen. Di Italy, 95 % umat Katolik datang ke gereja hanya tiga kali seumur hidupnya, saat “lahir, menikah dan meninggal”. Undang-undang hari Minggu gagal menguatkan peribadahan di hari Minggu.

Dalam bab 2, Bacchiocchi menyelidiki secara dalam “Apakah Sabat adalah kresional (peringatan akan penciptaan) atau ceremonial (hukum upacara)?” Di luar dari Kejadian 2 dan Markus 2: 27-28, banyak teolog Kristen, termasuk Ratzlaff dan Tkach, percaya bahwa Sabat bukanlah diberikan kepada manusia sebagai tanda untuk peringatan akan penciptaan, tetapi peraturan Musa yang diberikan pada bangsa Israel bersama-sama dengan Sepuluh Hukum.
Bacchiocchi secara cermat mengulangi bukti-bukti Alkitabiah, dan mengutip komentar-komentar dari mereka yang bukan penganut Sabat, untuk menambah dukungan yang berotoritas bahwa Sabat adalah suatu perintah dalam hal peringatan penciptaan bagi semua manusia.

Dalam bab 3, Bacchiocchi membahas “Perjanjian Lama dan Baru”, sehubungan dengan pandangan Joseph Tkach mempertentangkan kedua belah perjanjian tersebut. Dr. Sam (Bacchiocchi) memperlihatkan bahwa keselamatan berdasarkan anugrah adalah tema sentral baik dalam Perjanjian Lama maupun Baru. Memelihara iman tidak bisa berdiri sendiri, harus dibarengi dengan kepatuhan karena mengasihi – Galatia 5: 6. Dekalog bukanlah hanya sebuah daftar dari hukum-hukum yang berjumlah sepuluh, tetapi juga merupakan sepuluh prinsip dari kasih. Tidak ada pemisahan antara Hukum dan Kasih, karena yang satu tidak dapat ada/eksis tanpa yang lainnya. Dr. Sam memperlihatkan bahwa Paulus menggunakan kata “sabbatismos” dalam Ibrani 4 :9, yang mendukung pemeliharaan Sabat secara literal, dimana hal ini menjawab lima alasan yang dikemukakan Ratzlaff yang menolak pemeliharaan Sabat secara literal. Berbeda dari keimamatan Lewi dan pengorbanan binatang yang sudah ‘dihapuskan’ (Ibrani 10:9), ‘usang’ dan ‘dekat pada kemusnahannya’ (Ibrani 8:13), Paulus secara eksplisit mengajarkan bahwa “Pemeliharaan Sabat masih disediakan untuk umat Tuhan” (Ibrani 4:9).

Pengikut Luther (Lutherans) seperti juga Ratzlaff dan Tkach, percaya bahwa Yesus Kristus telah menggenapi perintah Sabat sekaligus menghentikan peribadahan di hari itu, dan digantikan dengan adanya pengalaman dalam perhentian keselamatan yang tersedia bagi umat percaya setiap hari. Untuk yang lainnya, seperti Katolik dan Calvinis, Kristus menggenapi dan menghentikan hanya aspek upacara (seremonial) dari perintah Sabat; yaitu peribadahan di hari ketujuh, tetapi aspek moral dari perintah Sabat, prinsip peribadahan di satu hari khusus dalam seminggu tidak dicabut oleh Kristus, tetapi dipindahkan ke peribadahan hari pertama dalam minggu (hari Minggu).

Dalam menjelajahi topik “Juruselamat dan hari Sabat”, Dr. Sam memperlihatkan kekeliruan dari kedua pandangan tersebut. Penyembuhan-penyembuhan ajaib yang dilakukan Yesus pada hari Sabat memperlihatkan perluasan /pengembangan, bukan pemutusan/penghentian peribadahan Sabat, dan mengungkapkan sifat alamiah penebusan dari pemeliharaan Sabat yang benar. Seperti Allah ” bekerja sampai sekarang” (Yohanes 5:17), kita juga harus bekerja untuk meyampaikan dan meluaskan istirahat dan kedamaian dalam Sabat kepada orang lain, Yoh 9:4. “Artinya untuk umat percaya saat ini” Dr Sam menyatakan, “bahwa Sabat adalah hari untuk merayakan bukan hanya penciptaan yang telah Allah lakukan, dengan cara kita beristirahat; tetapi juga penebusan Kristus dengan cara berbelas kasihan kepada sesama manusia, ” hal 173.

Berikutnya, Dr Sam menghadirkan diskusi secara mendalam mengenai “Paulus dan Hukum Taurat”, dan “Paulus dan hari Sabat”. Bagaimana seseorang bisa mempertemukan pernyataan Paulus yang terlihat bertentangan mengenai Hukum Taurat ? Lima ayat-ayat utama diteliti, dimana seringkali dikutip untuk mendukung pemikiran bahwa Hukum Taurat sudah digenapi oleh Kristus, sebagai akibatnya tidak lagi menjadi tolok ukur dari kelakuan orang Kristen.

Roma 6:14, ” tidak lagi berada di bawah hukum “;

II Korintus 3 : 1-18, ” surat dan Roh “;

Galatia 3 : 15-25, ” iman dan hukum “;

Kolose 2:14, ” telah dipakukan di salib ? ” dan

Roma 10:4, “Kristus adalah akhir (bhs Ingg:’end’) dari hukum Taurat.”

Kesimpulan Bacchiocchi adalah pada waktu Paulus membicarakan Hukum dalam konteks keselamatan (pembenaran, berdiri dengan benar dihadapan Tuhan), dia menegaskan bahwa pemeliharaan Hukum tidak berlaku (Roma 3:20). Pada kesempatan lainnya, ketika Paulus berbicara mengenai Hukum dalam konteks tingkah laku Kristiani (penyucian, hidup benar dihadapan Tuhan), dia meninggikan nilai dan keabsahan Hukum Tuhan (Roma 7:12; 13:8-10; I Korintus 7:19). Ini merupakan bagian yang paling berharga dari buku “Sabbath Under Crossfire”.

Menurut pendapat saya, pengajaran dari Gereja Al Masehi (Worldwide Church of God) sepanjang sejarah, agak lemah dalam hal Hukum Tuhan dan Perjanjian yang Baru. Kelemahan ini memberikan pintu kesempatan untuk Dr. Ernest L. Martin, mantan ketua Departemen Theologia dari perguruan tinggi Ambassador, untuk membawa lebih dari 10.000 anggota keluar dari gereja pada tahun 1974, yang mana kebanyakan mereka melalaikan pemeliharaan sabat secara keseluruhan. Dr. Martin membuka jalan untuk Proyek Teologi Ssistematik di akhir 1970-an, yang secara teologis merupakan fondasi untuk Joseph Tkach, Senior dan Junior. Dalam sebuah surat bulan April 1995, Dr Martin menyatakan penghargaan atas banyak doktrin-dokrin yang umat gereja Al Masehi sekarang katakan sebagai “kebenaran-kebenaran baru” selama lebih dari 20 tahun! Ajaran Martin yang disebut “Perjanjian Baru (New Covenant)” dan anti Sabat, sejajar dengan pengajaran Ratzlaff dan Tkach. Banyak dari pendeta-pendeta senior saat ini diajar oleh Martin di perguruan tinggi Ambassador. Apakah mengherankan bahwa banyak orang yang terguling dan jatuh, ketika sampai pada pengertian Alkitab mengenai Hukum Tuhan dan Perjanjian yang Baru? Pengajaran Tkach saat ini mendekati ajaran Martin.

Dalam bukunya ini, Dr Sam menyatakan”Kebalikan dengan apa yang banyak dipercaya orang, Perjanjian Lama tidak lah memandang Hukum Taurat sebagai suatu alat untuk mendapatkan penerimaan/perkenan dari Tuhan lewat penurutan, tetapi merupakan suatu cara untuk merespon/membalas anugrah penebusan Tuhan dan yang mengikat antara Israel dengan Tuhan …. keselamatan adalah selalu pemberian ilahi yang berupa anugrah dan bukan usaha manusia.” hal 186-187. Tidak ada legalisme dalam Perjanjian Lama; konsep yang menyimpang itu dikembangkan dintara kedua Perjanjian (PL dan PB -red) oleh orang-orang Farisi. “Paulus menolak pengertian kaum Farisi bahwa Hukum adalah alat untuk keselamatan, ia meneguhkan pandangan Perjanjian Lama terhadap Hukum sebagai pengungkapan apa yang Tuhan kehendaki dalam tingkah laku manusia.” hal 189. Ernest Martin dan beberapa mantan pendeta Gereja al Masehi sekarang ini, menjadikan Paulus seorang pelanggar hukum. Tetapi yang benar ialah kehidupan baru kita dalam Kristus memampukan kita untuk mematuhi Hukum, bukan secara penampilan luar (ditulis dengan tinta pada loh batu), tetapi sebagai respon yang penuh kasih kepada Tuhan (ditulis oleh Roh pada loh daging dalam hati).

Sebelum membaca bagian ini dalam buku “Sabbath Under Crossfire”, saya tidak mempunyai dasar pengertian yang baik terhadap penempatan Hukum Tuhan dalam kehidupan Kristiani. Terminologi Bacchiocchi yang sederhana, mudah dimengerti dan exegese Alkitabiahnya sangat menakjubkan. Jika saudara mengetahui seseorang yang meninggalkan gereja, mungkin sudah bertahun-tahun lampau, dan telah mengabaikan Sabat dan kebanyakan pengajaran utama kita, mungkin mereka mau meneliti kembali masalah-masalah mengenai Sabat, Hukum Tuhan dan teologia Paulus. Buku ‘Sabbath Under Crossfire’ ini bisa menjadi buku yang terbaik yang pernah ditulis sehubungan dengan masalah tersebut, dan akan merupakan pemberian yang sangat baik untuk menolong seseorang mendapatkan kembali pijakan bagi kerohaniannya. Jangan lupakan dirimu sendiri. Mungkin saudara, seperti juga saya, tidak sungguh-sungguh menggali pengajaran mengenai hukum Taurat dalam tulisan rasul Paulus sebagaimana yang dilakukan Bacchoiocchi dalam bukunya yang sangat baik ini.

Akhirnya, dalam Pasal 7, Dr Sam memperlihatkan bahwa banyak pemelihara hari Minggu meneliti dan menemukan kembali keabsahan dari Sabat. Sabat bukanlah berarti satu jam kebaktian ibadah, tetapi 24 jam yang kudus bersama Tuhan, liburan ilahi dari kerusuhan dan tekanan hidup sehari-hari. Dimana sebagian pemelihara hari Minggu lebih bersungguh-sungguh memelihara hari Minggu, fakta tetap menyatakan bahwa hari Minggu bukanlah Sabat. Saudara tidak dapat menyimpan air dingin agar tetap hangat. Dimana Ratzlaff dan Gereja Al Masehi telah mengabaikan Sabat, berita menggembirakan adalah orang-orang Kristen lainnya justru menemukan kembali Sabat hari ke tujuh, beribadah di hari tersebut, dan mempelajari lebih dalam mengenai arti rohaninya.

Bishop Steven Sanchez dan Sinode Wesley dari 68 kumpulan jemaat Methodis di Amerika Utara, akhir-akhir ini telah menjadi pemelihara Sabat, menyatakan bahwa John Wesley asalnya memelihara Sabat dan juga hukum/peraturan diet. Mereka memelihara Sabat sejak matahari terbenam di hari Jumat sampai terbenam kembali di hari Sabtu, mengadakan kebaktian gereja di hari Sabtu, dan berhenti dari pekerjaan mereka di hari Sabat tersebut. Betapa sangat menggembirakan berita ini.

Kebanyakan Yahudi Mesianik (percaya Yesus Kristus sebagai Mesias -red), yang menerima Mesias melalui usaha para Protestan dan tadinya memelihara hari Minggu, sekarang sudah menjadi penganut Sabat hari ke-tujuh. Penganut Menonit (Sabbatarian Menonit) seperti Daniel Leichty, sedang memperbaharui warisan Anabaptis dari Andreas Fischer dan Oswald Glait dengan kembali pada Sabat. Gereja Yesus Sejati (the True Jesus Church, berdiri th 1917 di China (yang mungkin adalah generasi penerus dari orang-orang Tionghoa penganut Sabat abad 19) hari ini mempunyai satu juta anggota di Cina dan 79.000 di dunia bebas. Prinsip dasar mereka menyatakan,”Hari Sabat, hari ketujuh dalam satu minggu (Sabtu), adalah hari yang suci, diberkati dan dikuduskan oleh Allah. Itu harus dipelihara di bawah anugrah Tuhan untuk memperingati penciptaan dan penebusan Tuhan, dan dengan pengharapan akan istirahat yang kekal.”

Bagaimana dengan saudara? Akankah engkau membuang Sabat seperti Martin, Ratzlaff, dan Tkach? Akankah engkau menjalankan Sabat dengan cara legalistis, keras hati, berpikir bahwa dengan melakukan hal ini engkau dapat memperoleh kemurahan Tuhan dan mendapatkan keselamatan, atau, menjadikan Sabat suatu beban bagi anak-anakmu sehingga mereka akan menolaknya ketika mereka dewasa? Atau sebaliknya, akankah engkau, meskipun sudah menjadi seorang pemelihara Sabat selama bertahun-tahun, menemukan kembali kesukaan atas Sabat, “hadiah yang sedang menunggu untuk dibuka”? Akankah engkau mengijinkan Tuhan memperkaya hidupmu dengan kehadiran, kedamaian dan peristirahatan ilahiNya dalam takaran yang lebih besar lagi sebagaimana yang diberikan oleh Sabat?

Dan, yang terpenting, seperti yang disimpulkan Dr Samuele, akankah engkau MELAKUKAN SESUATU untuk menyebarkan kesukaan dalam Sabat kepada yang lainnya? Akankah engkau bagikan imanmu pada yang lainnya? Dr. Sam memohon dengan sangat agar kita melepaskan diri kita dari kelesuan spiritual: Banyak orang akan menerima pemberian Sabat ini jika mereka yang telah mengalami berkatnya setiap minggu atas pemberian ilahi ini mau membagikannya kepada orang lain manfaat yang diberikan hari tersebut dalam hidup kita.” hal 283.

Baca dan Download buku

Komentar (1) »

Super Komputer

Sequoia, Super Komputer Baru IBM: 20 petaflop per second

Kini IBM telah membuat super komputer baru mereka. Namanya adalah Sequoia. Super komputer baru ini akan memiliki kemampuan 20 petaflops per second. Seperti apa perhitungan itu?? Sebagai gambaran. Roadrunner memiliki kemampuan memproses sebesar 1.026 quadrilion flop persekon (kurang lebih 1 Peta Flop per second). Untuk menggambarkan kecepatan kalkulasi Road Runner saja,

Saking extremnya kecepatan Roadrunner ini, dapat digambarkan dengan jika 6 miliar orang di seluruh dunia menggunakan kalkulator tangan dan melakukan perhitungan selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, maka akan membutuhkan waktu 46 tahun untuk dapat melakukan perhitungan yang setara dengan yang dapat dilakukan roadrunner selama 24 jam.

Bagaimana dengan Sequooa, tentunya kecepatan pemrosesannya 20 kali lebih cepat dari pada road runner tersebut. Atau: jika 6 miliar orang di seluruh dunia menggunakan kalkulator tangan dan melakukan perhitungan selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, maka akan membutuhkan waktu 920 (46×20) tahun untuk dapat melakukan perhitungan yang setara dengan yang dapat dilakukan Sequoia selama 24 jam.

Selain dapat mengerjakan perhitungan dengan cepat, sequoia juga menyerap energi sangat besar. Seberapa besar? Reuters menggambarkannya dengan setara dengan energi yang dibutuhkan untuk menghidupi 200 juta laptop.

Karena besarnya energi yang diserap, sampai-sampai untuk mendinginkan Sequoia ini dibutuhkan 96 Mesin Pendingin (semacam AC) berukuran besar untuk menjaga suhu tetap optimum.

Super komputer ini akan siap diluncurkan (rencananya) pada tahun 2011 dan akan diserahkan ke Departemen energi Amerika Serikat. Nantinya komputer paling hebat di dunia (sampai saat ini) ini akan digunakan untuk mensimulasikan pengujian nuklir, memperkirakan cuaca dengan lebih baik atau untuk explorasi minyak.

Super Komputer Amerika

Superkomputer milik Amerika di claim memecahkan rekor sebagai super komputer tercepat di dunia. Super komputer ini dibuat dari komponen yang sebenarnya didesain untuk video game. Saking cepatnya, komputer ini mampu menyelesaikan 1.026 quadrilion perhitungan perdetik.

Super komputer ini menjadi yang tercepat setelah mengalahkan pemegang rekor sebelumnya yakni BlueGene/L milik Laboratorium Lawrenca Livermore (di AS juga) . Super komputer baru ini diberi nama Roadrunner, setelah dibangun dengan dana $133 juta dolar AS, super komputer ini akan ditempatkan di Laboratorium Nasional Los Alamos dan akan digunakan untuk melakukan perhitungan dan keperluan militer yang lain.

Untuk menggambarkan kecepatan Roadrunner ini, coba anda baca kutipan dari seorang administrator laboratorium nuklir di AS:

To put the performance of the machine in perspective, Thomas P. D’Agostino, the administrator of the National Nuclear Security Administration, said that if all six billion people on earth used hand calculators and performed calculations 24 hours a day and seven days a week, it would take them 46 years to do what the Roadrunner can in one day.

Saking extremnya kecepatan Roadrunner ini, dapat digambarkan dengan jika 6 miliar orang di seluruh dunia menggunakan kalkulator tangan dan melakukan perhitungan selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, maka akan membutuhkan waktu 46 tahun untuk dapat melakukan perhitungan yang setara dengan yang dapat dilakukan roadrunner selama 24 jam.

Super Komputer Arab Saudi

Arab Saudi Akan Bangun Super Komputer

Perlombaan dalam teknologi super komputer sepertinya akan terus berlanjut. Setelah Road runner milik Amerika menjadi yang tercepat di Dunia, kini giliran Saudi Arabia yang akan membangun super komputer tercepat di Timur Tengah. Super Komputer ini rencananya akan dibangun atas kerjasama The King Abdullah University for Science and Technology (KAUST) dengan IBM. Di Timur tengah, super komputer ini memang akan menjadi yang tercepat, tapi di dunia hanya akan menjadi peringkat ke enam.

Super komputer yang rencananya akan dikomersialkan ini akan memiliki kecepatan ‘222 Teraflops or 222 trillion floating point operations’ per detik. Adapun yang akan digunakan oleh super komputer ini adalah 16 rack sistem Bluegene/P . Komputer yang diberi nama Shaheen ini memiliki 65,536 prosesor yang masing-masing difungsikan dalam jaringan 3D.

Komentar (2) »

Mengenal Autis

Banyak pertanyaan merebak seputar autisme, pun termasuk pertanyaan mendasar apa saja gejala autisme? Karena banyak orangtua yang belum mengetahui panyakit otak tersebut, bahkan tak sedikit pula yang salah mengartikan perilaku hiperaktif dengan autisme.

Gangguan autisme merupakan suatu jenis gangguan perkembangan pervasif pada anak. Untuk menegakkan diagnosa gangguan autisme ini tidaklah memerlukan suatu pemeriksaan yang canggih-canggih seperti MRI, brain mapping atau CT scan, kecuali ada indikasi lain yang bermakna.

Oleh karena akhir-akhir ini gangguan autisme sering dikaitkan dengan keracunan logam berat dan pertumbuhan jamur yang pesat di usus, maka beberapa pemeriksaan yang berkaitan dengan hal tersebut sering dilakukan (dengan catatan sesuai indikasi yang berlaku).

Untuk menegakkan diagnosis gangguan autisme biasanya didasarkan dari gejala gejala klinis yang tampak dan jelas menunjukkan pola penyimpangan dari perkembangan normal anak seusianya. Kriteria yang digunakan pada saat ini adalah dari pedoman kriteria diagnosis berdasarkan DSM-IV (Diagnostic & Statistic Manual of Mental Disorder IV) atau ICD-10 (International Classification of Disease 10).

Sedikit kriteria diagnostik gangguan autisme berdasarkan DSM IV, untuk memastikan bahwa anak Anda autis atau bukan, perhatikan beberapa gejala yang dapat dipelajari.

Gangguan kualitatif dalam interaksi sosial yang timbal balik. Termasuk gejala, tidak mampu menjalin interaksi sosial yang cukup memadai, kontak mata sangat kurang, ekspresi muka kurang hidup, serta gerak-gerik yang kurang tertuju.

Gejala lain yang termasuk interaksi sosial, jika anak tidak bisa bermain dengan teman sebaya (sesuai dengan usia anak), sehingga tidak dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain, akibat kurangnya hubungan sosial dan emosional yang timbal balik.

Gangguan kualitatif dalam bidang komunikasi, seperti bicara terlambat atau bahkan sama sekali tidak berkembang (tak ada usaha untuk mengimbangi komunikasi dengan cara lain tanpa bicara), bila bisa bicara, bicaranya tidak dipakai untuk komunikasi, sering menggunakan bahasa yang aneh dan diulang-ulang, serta cara bermain kurang variatif, kurang imajinatif dan kurang bisa meniru.

Ada suatu pola yang dipertahankan dan diulang-ulang dalam perilaku, minat dan kegiatan. Misalnya mempertahankan satu minat atau lebih, dengan cara yang sangat khas dan berlebih-lebihan, terpaku pada satu kegiatan ritualistik atau rutinitas yang tak ada gunanya. Serta ada gerakan-gerakan yang aneh yang khas dan diulang-ulang dan seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian benda.

Gejala-gejala di atas timbul sebelum usia 3 tahun dan adanya keterlambatan atau gangguan dalam bidang interaksi sosial, yaitu hubungan mereka dengan lingkungan (termasuk bermain dengan teman sebaya atau tetangga). Cara bicara atau berbahasa, bagaimana mereka mencoba berkomunikasi dengan orang lain. Dan cara bermain baik simbolik atau imajinatif, dengan terlalu sibuk dalam dunia mereka pribadi, sehingga acuh terhadap kehadiran orang lain.

Tidak disebabkan oleh sindroma RCH atau gangguan disintegrasi masa kanak. Dengan mempelajari gejala-gejala tersebut di atas maka orang tua dapat menduga serta memperkirakan sendiri apakah anak Anda termasuk anak dengan autisme atau bukan.

Komentar (1) »

Macam macam kecerdasan

Setiap manusia dibekali potensi masing-masing. Dan akan saling melengkapi dalam kehidupannya. Dalam perkembangan keilmuan terakhir menemukan bahwa kecerdasan yang harus kita miliki ternyata sangat banyak. Howard Gardner, penulis buku Frames of Mind, The Story of Multiple Intelegences, merangkumnya menjadi 10. Apa saja macam-macam kecerdasan yang harus dimiliki manusia?

  1.  Kecerdasan bahasa
    Kecerdasan ini meliputi keahlian komunikasi secara lisan dan tulisan. Termasuk keahlian untuk mengekspresikan diri dan mengingat informasi. Penulis, penyair atau pengacara biasanya punya kecerdasan yang tinggi
  2. Kecerdasan logika
    Kecerdasan untuk menganalisa dan menggunakan perhitungan matematika. Profesi sebagai peneliti pastinya harus punya kecerdasan ini.
  3. Kecerdasan musik
    Meliputi keahlian mengapresiasi musik dengan baik, termasuk soal komposisi musik dan penampilan bermusik. Kecerdasan ini hampir sama dengan kecerdasan bahasa.
  4. Kecerdasan kinestetik
    Mencakup kemampuan menggerakkan dan menggunakan seluruh anggota tubuh sekaligus mengkoordinasikannya sesuai keinginan.
  5. Kecerdasan ruang
    Keahlian mengenali wilayah dan perbatasannya
  6. Kecerdasan interpersonal
    Kemampuan untuk memahami orang lain. Kecerdasan ini diperlukan untuk bisa bekerja sama secara efektif dengan orang lain. Profesi guru, konsultan atau pemimpin agama atau politik butuh kecerdasan yang tinggi di bidang ini.
  7. Kecerdasan intrapersonal
    Kecerdasan untuk memahami diri sendiri, termasuk menghargai diri sendiri.
  8. Kecerdasan alam
    Kecerdasan untuk menjaga dan mencintai lingkungan
  9. Kecerdasan spiritual
    Kecerdasan untuk mengenal dan memahami tujuan terdalam manusia di dunia. Kecerdasan ini mengarahkan pada perbuatan baik.
  10. Kecerdasan eksistensi
    Kecerdasan kemampuan untuk mengetahui isu-isu yang sedang berkembang di lingkungannya.
    Nahh.. jangan sampai kita meremehkan orang lain karena sangat memungkinkan dia memiliki kecerdasan di luar bidang yang kita kuasai? Anda Sependapatkah?

Komentar bertahan »

MRAM Teknologi Terbaru Memori Komputer, 10 Kali Lebih Cepat dari RAM

Kecepatan komputer selalu didambakan oleh siapa saja. Berbagai usaha dan penelitian terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan computer. Beberapa waktu yang lalu super komputer tercepat di dunia telah hadir untuk membantu militer amerika melakukan perhitungan. Kini giliran sebuah teknologi di bidang Memory komputer.

Sebelumnya Anda pasti pernah mendengar istilah RAM (Ramdom Access Memory) untuk menyebut memory computer. Memory RAM ini memiliki berbagai jenis mulai dari EDO RAM, DDR1, DDR2 dan beberapa jenis lainnya.

Namun ternyata RAM saja elum cukup untuk memuaskan kebutuhan manusia akan tuntutan kecepatan. Oleh karena itu, Fisikawan dan Insinyur Jerman mengembangkan sebuah jenis memory baru.

Memory tersebut diberi nama Magnetoresistive Random Access Memory (MRAM), memory ini bukan hanya lebih cepat daripada RAM tetapi juga Lebih hemat Energi. Kehadiran MRAM sepertinya akan meningkatkan perkembangan mobile computing dan level penyimpanan dengan cara membalik arah kutub utara-selatan medan magnit.

IBM dan beberapa perusahaan pengembang yang lain berencana menggunakan MRAM, MRAM ini akan memutar elektron-elektron untuk mengganti kutub magnet. Hal ini juga dikenal sebagai spin-torque MRAM (Torsi putar MRAM) teknologi inilah yang kini sedang dikembangkan oleh para fisikawan dan insinyur Jerman.

Dengan membangun pilar-pilar kecil berukuran 165 nano meter, akan mengakibatkan magnet variabel pada atas lapisan akan mengakibatkan arus listrik mengalir dari bawah ke atas dan akan memutar posisi elektron. Medan magnet ini akan berubah dan hanya membutuhkan sedikit waktu untuk merubah kutub medan magnet ini. Kemudian kutub utara dan selatan akan bertukar.

Yang pasti, kecepatan MRAM mencapai 10 kali lipat kecepatan RAM. KEcepatan ini masih bisa terus dikembangkan dimasa depan.

Komentar bertahan »

Core i7, Prosesor Tercepat di Dunia

Intel baru saja melaunching prosesor barunya Core i7 yang diklaim sebagai prosesor tercepat saat ini. Prosesor ini mampu mempercepat proses komputasi untuk bermain game dan editing video hingga 40% lebih cepat tanpa meningkatkan kebutuhan energi.

Intel Core i7 merupakan prosesor pertama yang berhasil menembus angka 100 untuk tes SPECint_base_rate2006 yang mensimulasikan beberapa tugas untuk mengukur kecepatan prosesor. Untuk tes ini Intel Core i7 berhasil mendapatkan angka 117.

Intel Core i7 ini telah dilengkapi dengan Turbo Boost yang berguna untuk menyesuaikan clock speed, dari empat individual processing cores untuk menyelesaikan aplikasi single ataupun multiple threads. Selain itu prosesor ini dilengkapi juga dengan power saving dan Hyper Threading.

Prosesor Intel Core i7 ini dilaunching dengan harga USD 562 untuk 2,93 Ghz dan Core i7 Extreme edition 3,20 Ghz dengan harga USD 999.

Cara Sederhana Merakit PC
Sejarah Prosesor
Pernak Pernik Dunia Prosesor
Jenis Jenis Prosesor

Prosesor Terbaru Dari Intel dan AMD
Prosesor Tercepat di Dunia

Komentar (5) »

Prosesor Terbaru Dari Intel dan AMD

Di penutupan tahun 2008 ini Intel dan AMD melaunching prosesor terbarunya Core 2 Quad Q9000 dan Phenom II.

Intel Core 2 Quad Mobile Processor Q9000 kini digunakan pada notebook terbaru Acer Aspire 8930G-7665. Prosesor quad core terbaru itu di dalamnya memiliki cache 12MB shared L2, dan front side bus 1066 MHz dan rata-rata clock speed 2,53 GHz.

Sementara AMD juga siap dengan prosesor barunya quad-core Phenom II di Consumer Electronics Show 2009 mendatang. Prosesor AMD baru itu, sudah tersedia untuk pre-order, dan berlari dengan kecepatan 3GHz serta memiliki 8MB cache.

Cara Sederhana Merakit PC
Sejarah Prosesor
Pernak Pernik Dunia Prosesor
Jenis Jenis Prosesor

Prosesor Terbaru Dari Intel dan AMD
Prosesor Tercepat di Dunia

Komentar (2) »

to Net or not to Net

* The .NET Forms Designer was very unstable for us. Editing code that gets parsed back into the forms designer lead to forms that could no longer be edited in the designer. Cryptic internal exceptions when trying to edit forms were difficult / impossible to troubleshoot. Sometimes the form would appear but silently remove user controls placed within it. We ended up having to hand code all our UIs because the forms designer would inevitably break our layouts. This was especially true with user controls and controls loaded from assemblies outside Windows::Forms.

* Windows::Forms is buggy and lacking features (Multi-select tree view anyone?). We encountered bugs that we had to workaround that compromised our user experience because Windows::Forms is closed source (why is that anyway? we couldn’t think of a single good reason for Microsoft to keep that source close to their chest). wxWidgets comes with full source and we have made fixes and added features that have been picked up by the main line. wxFormBuilder is a superior solution to this problem and its fast and extremely stable.

* We like to tightly integrate code between our game runtime and tools, and we see this as key moving forward with the next generation. This means we have native C++ code that we wanted to call from .NET (and sometimes *god forbid* vice versa!). This lead to managed C++ (C++/CLI) wrapper classes that ended up creating more work for us. Using .NET made it feel like we had less choices rather than more choices when it came to organizing our code (you must use DLLs), integrating code (especially with intricate data structures), and deploying our tools (.exe.manifest and .exe.config madness just to use an assembly in another folder). All of these things are easier with wxWidgets and native code and we are able to spend less time troubleshooting .NET idiocy and more time creating what our users want. Also, mixed-mode debugging is no fun and gathering callstacks from a crashing tool across the managed/unmanaged barrier isn’t really possible or supported by .NET.

* We already had a good C++ reflection system and data-driven property system (they are in Nocturnal). This gave us type checking, serialization, automatic type conversion, and property sheets without using .NET. These were the killer features to us for using .NET, and having our own solutions to these features that gave us the freedom to ditch .NET for our level and asset editor in about 1 man month.

* Embedding technology based on .NET as a plugin in another product (like Maya) is impossible and/or dangerous and/or difficult. This goes back to what I said about having more choices rather than less choices. wxWidgets integrates with Maya very easily.

* Getting support from Microsoft is a joke. The community is a better source of support than contacting Microsoft directly. Several of our tickets we closed in their tracking system (without a real resolution that we could use) because they were fixed in ‘their internal builds’. They just hung us out to dry on a lot of things. If we are going to be paying for a development environment and UI toolkit then it either needs killer support or it needs to be open source so we can fix it ourselves. Getting stuck at the mercy of a company that won’t release service packs to fix your bugs and makes you pay for them in the next product cycle that contains little in the way of other benefits is immensely maddening. Also, the public hotfix directory is a joke… They need to make fully tested service release so we can get on with our lives!

* wxWidgets is cross platform. I like to believe that someday we (as a studio) won’t be as dependent on Windows as we are now, and wxWidgets gives us strategic room to grow in this regard. The Linux and Mac ecosystems have a lot of things that are desirable compared to Vista/Windows7. Not having to reboot your server farm every 2 weeks due to kernel memory leaks in the 32 bit emulation layer is one example

Ultimately switching to wxWidgets simplifies everything in our tools pipeline, makes refactoring and making major changes to key subsystems easier, and makes our tools easier to deploy to our users. It was an easy choice to make, and we haven’t looked back since. We still have several small tools that use .NET and going back to work on them and fix bugs is no fun after switching to wx.

Komentar bertahan »