Muchdi PR Divonis Bebas

Jakarta, Muchdi Purwoprandjono atau Muchdi PR, terdakwa pembunuh Munir, divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (31/12). Putusan ini bertolak belakang dengan tuntutan jaksa yang menghendaki mantan Deputi V Badan Intelijen Negara itu divonis 15 tahun penjara atas kasus tersebut.

muchdi purwoprandjonodi

Majelis hakim yang dipimpin Suharto menyatakan terdakwa tak terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Munir. Hakim menilai Muchdi tak memiliki motif untuk membunuh Munir. Bahkan, percakapan telepon antara Pollycarpus Budihari Priyanto dan Muchdi yang telah terungkap di persidangan tidak bisa menjadi bukti.

Kasus ini bermula saat pejuang hak asasi manusia, Munir, meninggal dalam perjalanan menuju Belanda, September 2004. Ketika itu, mantan Koordinator Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) tersebut hendak menempuh pendidikan lanjutan di bidang hukum. Hasil pemeriksaan pemerintah Belanda menunjukkan Munir tewas karena racun arsenik.

Sepekan kemudian, jenazah Munir dibawa ke kota kelahirannya di Malang, Jawa Timur. Munir disambut bagai pahlawan yang gugur di medan tugas. Sementara racun arsenik yang masuk ke lambung Munir meninggalkan tanda tanya besar. Pemerintah Indonesia segera membentuk tim pencari fakta. Sejumlah orang disidangkan, termasuk pilot Garuda Indonesia, Pollycarpus.

Pollycarpus dinyatakan terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Munir dan memalsukan surat tugas. Dia dihukum 14 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Namun, Mahkamah Agung menambah masa hukuman menjadi 20 tahun. Kasus ini kemudian menyeret Muchdi PR. Pihak pengadilan sempat memperdengarkan rekaman telepon antara Muchdi dan Pollycarpus, meski mereka mengaku tak saling kenal.

Presiden Minta Laporan Soal Bebasnya Muchdi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan memanggil Jaksa Agung Hendarman Supanji untuk meminta laporan tentang vonis bebas bagi terdakwa kasus pembunuhan Munir, Muchdi Purwopranjono. Jurubicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng di Jakarta, Rabu (31/12), mengatakan Presiden Yudhoyono juga akan memanggil Kapolri Bambang Hendarso Danuri untuk mendapatkan laporan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Andi mengatakan, saat ini Presiden baru mengetahui putusan bebas yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kepada Muchdi dari media massa. “Presiden tadi mengatakan akan mempelajarinya dan memanggil Kapolri mau pun Jaksa Agung,” ujar Andi.

Ia menambahkan, setelah mempelajari laporan Kapolri dan Jaksa Agung, Presiden akan memikirkan langkah-langkah selanjutnya guna menuntaskan kasus pembunuhan Munir secara hukum.

Andi mengatakan, sejak awal masa pemerintahannya Presiden Yudhoyono berkomitmen untuk menuntaskan kasus pembunuhan Munir. “Pokoknya, instruksi Presiden kepada kepolisian dan kejaksaan adalah tuntaskan mengenai kasus pembunuhan Munir ini dan siapa pun pelakunya harus diadili,” ujarnya.

Meski tetap menghargai keputusan pengadilan, Andi mengatakan, Presiden Yudhoyono bertekad untuk tetap menuntaskan kasus pembunuhan Munir. “Terbunuhnya Almarhum Munir terjadi pada pemerintahan sebelum Presiden SBY. Justru pada pemerintahannya, SBY bertekad menuntaskannya, justru kita ingin menyelesaikannya secara hukum,” tutur Andi.

Wapres: Hormati Putusan Soal Muchdi

Tampak Siring, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta seluruh lapisan masyarakat untuk menghormati keputusan pengadilan yang membebaskan mantan Deputi V Badan Intelijen Negara, Muchdi Pr, dalam kasus pembunuhunan tokoh HAM, Munir. “Kita harus menghormati, apa pun juga putusan pengadilan. Pemerintah tidak melakukan intervensi,” kata Kalla di Istana Tampak Siring, Gianyar, Bali, Rabu (31/12).

jusuf kalla

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini membebaskan Muchdi. Sebelumnya, jaksa mendakwa Muchdi dengan Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP jo Pasal 340 KUHP, dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 340 KUHP. Namun, majelis hakim berpendapat dakwaan terhadap terdakwa dengan Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP jo Pasal 340 KUHP, tidak terpenuhi. “Terdakwa harus dibebaskan dari semua dakwaan pertama tersebut,” kata majelis hakim.

Sumber : Liputan6.com

Pos ini dipublikasikan di Berita, Massarakyat dan Politik. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s