Kritik Terhadap pemberitaan TV One dan Global TV

Suatu kritikan yang disampaikan kepada beberapa stasiun televisi swasta yang menyiarkan berita kepada khalayak ramai dengan menggunakan media televisi.

Dituntut untuk meningkatkan kepropesionalan dalam hal penyampaian berita.

Seperti kejadian pada saat terbakarnya Depo Pertamina Plumpang Jakarta Utara

TV One

Menurut pengamatan saya banyak sekali melakukan blunder.

Reporter TV One yang berada dilokasi kejadian tidak memahami beberapa istilah yang digunakan di lingkungan Pertamina, seperti perbedaan antara satuan liter dan kilo liter, bukan hanya sekali, bahkan sampai berulang-ulang reporter tersebut menyatakan bahwa volume Tangki yang terbakar tersebut adalah 100 liter. Bila yang menyaksikan berita tersebut adalah masyarakat yang mengerti mungkin bisa jadi itu bukan masalah namun bagaimana dengan masyarakat yang tidak tahu sama sekali dengan Depo Pertamina plumpang, mereka pasti akan berpikir kalau yang terbakar tersebut bukan tangki premium yang cukup berbahaya, melainkan hanya sebuah drum yang berisi premium lalu terbakar.

Reporter TV One, terkesan menyampaikan berita tampa mempertimbangkan kebenaran sumber beritanya, melainkan yang penting CEPAT ( kalo toh juga berita tersebut salah mereka dengan mudahnya meminta maaf ). Mengapa saya katakan demikian…. Ada percakapan antara reporter TV One yang ada di studio dengan reporter yang ada di TKP. Reporter yang berada di studio bertanya tentang berapa jarak antara tangki yang terbakar dengan tangki yang berada disekitarnya…. Entah sumber darimana, yang pasti reporter TV One yang berada di TKP dan berada di luar pagar Pertamina dengan enaknya menjawab bahwa jarak tersebut adalah 100 meter. Padahal kondisi sebenarnya jarak tersebut bukan 100 meter.

Mengapa saya kritisi hal ini, karena menurut perhatian saya, Reporter TV One sering sekali menyampaikan berita bukan dari sumber-sumber yang benar-benar mengerti terhadap suatu kejadian dan dapat dipercaya melainkan terkesan asal-asalan bertanya kepada orang yang ada di sekitarnya, dan menyiarkan kepada publik tampa mepertimbangkan kebenaran berita tersebut. Dan juga selain itu reporter TV One sering sekali menyampaikan berita bukan berdasarkan penglihatan sendiri fakta yang ada melainkan menebak-nebak menurut analisa reporter itu sendiri.

Global TV

Ada juga kasus blunder yang dilakukan oleh reporter Global TV pada saat pemberitaan kejadian terbakarnya Depo Pertamina Plumpang Jakarta Utara.

Malam pada saat kejadian tersebut tanggal 18 januari 2009, Global TV menrunkan reporternya di TKP, lalu mereka menyampaikan berita kepada public dengan latar api yang berkobar-kobar.. Reporter tersebut tampak panic dalam menyampaikan beritanya, terlihat dari ekspresi mukanya, bahkan ekspresi kepanikan reporter Global TV tersebut terlihat lebih panik dibandingkan dengan kepanikan yang terlihat pada wajah-wajah penduduk sekitar yang justru berpotensi menjadi korban akibat insiden tersebut. Entah kenapa bisa begitu… biar berita mereka hebohkah atau biar dibilang hebat kah…?

Kondisi Psikologi semua orang memang terlihat panik pada saat Depo Pertamina Plumpang terbakar, namun reporter yang sudah berpengalaman seharusnya mampu mengatasi hal tersebut dan terlihat lebih tenang, bukan malah ikut-ikutan panik atau bahkan lebih panik dari orang sekitarnya. Kalo memang tidak tahu apa yang terjadi, tidak mampu dalam memperoleh berita JANGAN MENYEBAR BERITA, karena itu akan merugikan seluruh masyarakat yang membutuhkan berita yang jelas dan lugas

Masih banyak blunder yang dilakukan oleh pemberitaan televisi seperti pemberitaan proses eksekusi Amrozi DKK, yang justru menimbulkan komunitas-komunitas kecil yang malah mendukung aksi teroris tersebut

Rating dan persaingan mereka sesama stasiun televisi swasta salah satu faktor yang mengakibatkan blunder ini, mereka ingin menyampaikan berita secepat mungkin tampa mau tahu efek apa yang timbul akibat berita mereka yang asal-asalan, efek tersebut antara lain kepanikan warga, kerusuhan yang ga jelas juntrungannya serta pemahaman yang salah di masyarakat terhadap kejadian yang telah atau sedang terjadi.

Untuk menghidari kejadian tersebut saya menghimbau agar stasiun tv yang menjadikan berita (news) sebagai tema penyiarannya agar lebih propesional lagi.

Kami tidak butuh berita yang cepat tapi salah..

Pos ini dipublikasikan di kritik dan tag , , . Tandai permalink.

17 Balasan ke Kritik Terhadap pemberitaan TV One dan Global TV

  1. ike berkata:

    Berita memang terlalu membesar-besarkan masalah, bad news bagi kita justru menjadi good news bagi mereka… biar ratingnya tinggi kali

  2. jarna satrio berkata:

    kita sebagai penerima berita harus pintar-pintar menyaring berita agar tidak terintimadasi oleh berita yang mungkin punya maksud2 tertentu dibalik pemberitaannya, kadang ada juga berita di tunggangi unsur politik

  3. shindy berkata:

    sinetron yang terlalu norak, smua orang kaya… masih muda udah mimpin perusahaan.. sekarang berita yang junknews, memang aneh pertelevisian indonesia

  4. mario berkata:

    debat yang diselenggarakan di tv one tentang pertikaian di Palestina itu gak layak.. para petinggi dunia aja susah diskusikan tentang hal itu, malah mau orang indonesia sok debat bahas begituan, mana yang di undang orang-orang begok lagi yang gede emosi doang ma gede mulut.

  5. Embarga berkata:

    Buat Saudara mario..
    <<>>

  6. Apara berkata:

    Negara ini memang aneh, tayangan siaran langsung liga inggris jadi korban para koruptor. jadi ga bisa nonton liga inggris kayak dulu lagi *_^.

  7. rinto berkata:

    Beberapa saat yang lalu SBY menegur pemberitaan TV yang mengada2..

  8. noashamed berkata:

    Pembawa acara berita global tv tanggal 3 agustus 2011 jam 00.30 tidak pantas berpakaian seperti itu apalagi di bulan Ramadhan, sangat menjijikkan. Apakah seperti itu etika penyiaran berita??

  9. uthaymedan berkata:

    Mohon TV ONE jangan ikut2tan berpolitik dgn berpihak berat sebelah dgn salah satu partai !!!
    Cobalah utk netral !!! Hati2 berita bisa membuat perang saudara !!!

  10. uthaymedan berkata:

    Kelihatannya TV ONE ikut2an berpolitik utk menjatuhkan JOKOWI !!! Terbukti dari siaran2nya !!
    Selalu menjelek2an Jokowi !!!

  11. CuS berkata:

    berita yang ada di tvone gax objective, terutama pada pemberitaan sidang mk, selalu mengunggul-unggulkan prabowo, gx tau malu gax mau mengakui kekalahan, tayangannya banyak menimbulkan fiitnaaahhhhh!!!!

  12. andi berkata:

    TV One sekarang ini menjadi TV Miring yg menonton juga ikut2an MIRING sekarang ini isi berita dan pengamat yg di undang juga pengamat miring selalu tentang keburukan bukan kebaikan, sy rakyat jadi bingung males ah nonton nya

  13. andri berkata:

    mohon dari pemerintahan indonesia agar turut membantu kami para narapidana untuk menegakan hukum pancasila d kota kami

  14. Zuhdi Saragih - Akademisi PR FISIP Univ. Nasional, Former Praktisi Humas PT Jasa Marga berkata:

    Saya punya usul/saran utk Arief Fadhil, agar dapat dipertimbangkan utk tidak diplot sebagai Pembawa Acara/host ‘Kabar Indonesia Pagi’ sebab beberapa hal secara personality yg dimiliki Arief Fadhil, tidak pas sebagai frontliners TVOne. Pertama dari sisi tampilan, kurang good looking (terlihat gemuk), rambut yg tipis, serta model busana yg kuarng variatif. Dari sisi gaya komunikasi seringkali sangat tdk elegance. Ada kesan narasi dan komentarnya menggurui diikuti dengan ekspresi wajah yg meremehkan. Kemudian terlalu mendominasi pd saat bersama narasumber dan bahkan sering memotong pd anak kalimat narasumber. Saya melihatnya Arief Fadhil lebih pas bila di plot sebagai back office sj tidak berinteraksi langsung sebagai frontliners TVOne..

  15. Iwan berkata:

    Klo bisa pembawa acara ILC (LOWYER) di ganti lah.,,

  16. Iwanlmbk9@gmail.com berkata:

    Cari yang lebih cerdas,. Dan tegas , dalam memediasi peserta yg satu dengan yg lain.,, acaranya jadi kurang seru.,,
    Saya usulkan NAJWA SIHAB, ROSIANA SILALAHI,. atau masih banyak yg lainnya…

  17. ramlan berkata:

    Pembawa acara apa kabar Indonesia pagi tidak memiliki etika, ketika akan memotong narasumber berbicara dengan menunjuk-nunjuk pakai telunjuk tangan kiri, pada acara polemik pernyataan ahok,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s