Kritik Terhadap Iklan Partai Demokrat

Sebenarnya saya salut dengan kepemimpinan Presiden Indonesia sekarang SBY. Banyak kemajuan positif dari kinerja beliau, namun saya sangat menyayangkan keberanian Partai Demokrat yang mengangkat kebijakan-kebijakan SBY selaku Presiden Republik Indonesia sebagai materi iklannya.

Saya perhatikan iklan Partai Demokrat yang mempromosikan partainya dengan menggunakan materi iklan penurunan harga BBM sangatlah tidak pantas, sebaiknya Partai Demokrat mencari materi iklan yang lain.

Terkesan penurunan harga BBM itu merupakan usaha SBY sendiri dan tidak melibatkan orang lain. Padahal soal penurunan itu merupakan usaha bersama dan perpengaruh pada harga minyak global.

Seharusnya, kebijakan apapun untuk kepentingan negara yang dilakukan SBY saat masih menjabat sebagai orang nomor satu di Republik ini tidaklah ada kaitannya dengan Partai Demokrat, sebab ketika beliau menjabat sabagai presiden beliau tidak lagi mengabdi atas nama Partai melainkan atas nama bangsa Indonesia.

Lagian sudah seharusnya SBY membuat segala kebijakan positif seperti penurunan harga BBM tadi sebagai pemimpin Bangsa, bukan sebagai kader atau utusan partai Demokrat.

Saya berharap Partai Demokrat segera menarik iklan ini dari peredarannya, karena ini akan dapat menjadi bumerang bagi Partai Demokrat bahkan bagi SBY sendiri

Kalau Partai Demokrat menggunakan kebijakan SBY sebagai materi iklannya, maka perlu dipertanyakan sampai dimana mereka memahami dan mempraktekan nilai-nilai yang terkandung dalam Demokrasi

Ingat yang memilih SBY menjadi Presiden bukan partai Demokrat melainkan dipilih langsung oleh Rakyat.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di kritik dan tag , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Kritik Terhadap Iklan Partai Demokrat

  1. chika berkata:

    Mungkin partai Demokrat ga punya agenda untuk pelayanan masyarakat. jadi ga punya sesuatu yang bisa dibanggakan…. he he he

  2. mario berkata:

    Iklan Demokrad di saingi oleh iklan PDIP… makin susah aja.
    lama-lama iklan parpol sama seperti iklan rokok saling menyerang.
    ngomongin rokok jadi ingat fatwa MUI.. merokok Haram.!!!! mudah2an berhasil deh usahanya dalam menghilangkan rokok dari anak-anak dan ibu hamil. Tapi tetap keputusan merokok haram adalah keputusan yang ga masuk di akal, terkesan cari sensasi

  3. Apara berkata:

    SBY menjawab sindiran Megawati yang menyatakan SBY menjadikan rakyat seperti yoyo.. SBY menyatakan agar Megawati berkaca dulu tentang apa yang sudah dilakukuannya saat dia jd Presiden dulu. Namun SBY tidak menyebut Nama Megawati secara langsung, melainkan pernyataan SBY tersebut sudah pasti buat Megawati selaku rival politiknya dalam perebutan kursi kepresidenan kelak.

  4. rizal agus T berkata:

    Cobalah saling intropeksi diri jangan sok pinter-pinteran lah wong sudah dari sananya kita itu ditakdirkan jadi negara pecundang buah karya penjajahan belanda 3.5 abad membuat kita selalu gontok-gontokan hingga kini ga sadar-sadar

    Jadilah diri kita sendiri, bangsa mandiri, tak gentar dengan intervensi bangsa amerika & australia karena nyatanya kita memang bangsa BESAR….

    Kalau bukan kita siapa lagi …. jadikan indonesia macan ASIA kembali

    JAYA lah Indonesiaku

  5. judicalsophie berkata:

    SEPAKAT…!!! Tapi kita jangan terlalu mengkambing hitamkan warisan budaya yang kurang baik itu…

    Kita manusia yang berpikir tahu mana yang baik dan mana yang kurang baik.

    Nah, mengenai perang politik yang ada sekarang (yang selalu memanas saat akan dilaksanakan pemilu).. kita harus protektif.
    Kita harus menjaga diri dari politisi politisi busuk, yang hanya menyuarakan janji2 palsu, yang menjadikan masarakat menjadi komoditi untuk memenuhi keinginannya.

    Perang yang sesungguhnya bukan perang melawan orang lain, melainkan perang melawan diri sendiri, terbuktikan!! kalo kita sekarang justru ditindas oleh bangsa kita sendiri..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s