Sabath

Berikut beberapa artikel penjelasan Mengenai Hari Sabath

Sering kali orang-orang memberikan perhatian tentang pemeliharaan hari Sabat Alkitab ingin mengetahui jika kita dapat memberitahukan di mana kita berada dalam urutan waktu. Satu-satunya jalan- untuk membuktikan bahwa waktu telah hilang adalah menentukan kapan dan di mana waktu itu hilang dan di dalam tindakan itu kita akan menemukannya.

Apakah hari-hari penciptaan adalah 24 jam, sama seperti sekarang?

Kata Ibrani yang dipakai untuk “hari” dalam Kejadian 1 adalah “yom”. Penggunaan umum untuk kata “yom” adalah untuk hari yang lamanya 24 jam. Peraturan dasar untuk penterjemahkan ialah dengan menggunakan arti yang umum, terkecuali konteksnya mempunyai petunjuk jelas atau tanda-tanda bahwa ada arti lain yang dimaksud. Namun tanda-tanda seperti itu tidak ditemukan dalam Kejadian 1, sebaliknya ada beberapa petunjuk /indikator yang mengarahkan ke arti harafiah, hari yang 24 jam lamanya, antara lain :

  • Hari-hari dinyatakan dengan bilangan tingkat (“hari pertama”, “hari kedua”, … dst). Apabila kata “yom” disertai kata penunjuk bilangan tentu, maka yang dimaksudkan selalu yang harafiah yaitu 24 jam (misalnya Kejadian 7:11, Keluaran 16:1)
  • Pernyataan “jadilah petang dan jadilah pagi …”, ini dilakukan dalam bahasa Ibrani bila yang dimaksud adalah hari yang lamanya 24 jam. Hal ini merupakan cara khas yang dipakai umat Allah dalam Perjanjian Lama. Satu hari diukur dengan ungkapan “petang dan pagi” yang dimulai dari matahari terbenam (Imamat 23:32, Ulangan 16:6).
  • Pernyataan Allah sendiri dalam Hukum Keempat dalam Sepuluh Hukum (Keluaran 20:8-11) : “… Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, … Ia berhenti pada hari ketujuh ..” Hanya Allahlah yang membuat 1 (satu) pekan berisi 7 (tujuh) hari, sama seperti yang terjadi sampai sekarang. (Baca juga butir 6)

Apakah ada hari yang hilang antara zaman Adam dan Musa?

Semenjak jaman penciptaan pada waktu Allah mengasingkan hari yang ketujuh sebagai hari Sabat mingguan, para bapa telah mencatat dengan teliti hari, bulan, dan tahun, contoh: catatan Nabi Nuh dan Air Bah, Kejadian 7: 11,12,24; 8: 4,5, dsb. Tetapi jika manusia bingung dan lalai, Allah tidak akan melupakannya, dan pada zaman Musa, Ia menjauhkan semua dasar kebingungan atau kebimbangan dengan memberikan mujizat yang dramatis.

Keluaran 16:1-36. Lebih 40 tahun atau 2080 minggu Allah membuat empat mujizat setiap minggu, di mana- Ia menunjukkan dan menandai dengan jelas hari Sabat hari ketujuh.

  • Manna turun tiap hari selama lima hari pertama setiap minggu, jika dikumpulkan dua kali lipat akan busuk .
  • Pada hari keenam turun dua kali lipat, yang sebagian lagi untuk hari yang ketujuh tidak busuk.
  • Pada hari ketujuh, atau hari Sabat, manna tidak turun.

Apakah hari Sabat hilang di antara zaman Musa dan ketika Yesus hidup di atas dunia?

Pada zaman antara pemberian manna dan zaman Kristus, bangsa Yahudi menggunakan satu jenis kalender dan mencatat waktu secara teliti (selain Sabat mingguan, mereka harus merayakan hari-hari raya pada waktu yang ditetapkan, Imamat 23).

Kebiasaan Yesus memelihara hari Sabat membuktikan bangsa Yahudi tidak kehilangan jejak hari Sabat sampai pada zaman-Nya, karena Ia juga memelihara hari yang dipelahara bangsa Yahudi sebagai hari Sabat. Jika seandainya bangsa Yahudi salah dalam perhitungan hari, sudah tentu Yesus akan meralat hal itu (seperti juga ada banyak peraturan-peraturan yang dikecamNya)

Sudahkah hari Sabat hilang setelah zaman Yesus?

Hari ketujuh tidak mungkin dapat kehilangan jejak sejak zaman Kristus hingga sekarang, karena :

  • Tiga kalender yang selaras telah dipakai secara berdampingan hampir sepanjang zaman keKristenan, yaitu kalender Yahudi, kalender Kristiani dan kalender Islam. Walaupun ada perbedaan dalam beberapa hal, ketiga-tiganya sesuai mengenai urutan hari-hari dalam minggu.
  • Pemeliharaan hari raya Paskah modern (Easter) yang memperingati hari kebangkitan Kristus dan juga Jumat Agung yang memperingati hari Kematian Kristus. Bila dunia dapat konsisten mengenai hari Jumat dan Minggu, maka tentunya hari Sabtu juga tidak berubah.
  • Tidak pernah ada perubahan kalender yang mempengaruhi urutan hari-hari dalam satu minggu, meskipun pernah ada perubahan dari kalender Julian (zaman Julius Caesar) ke kalender Gregorian (oleh Paus Gregory XIII). Pernyataan mengenai hal ini :”Harus dicatat bahwa pada zaman Kristen urutan hari-hari dalam 1 minggu tidak pernah diganggu. Jadi ketika Paus Gregory XIII membarui kalender tahun 1582, Kamis 4 Oktober, diikuti hari Jumat, 15 Oktober. Demikian juga di Inggris tahun 1752, Rabu 2 September, diikuti oleh hari Kamis, 14 September, (The Catholic Encyclopedia, jilid III, art.”Chronology”, hal 740).
  • Bukti terakhir untuk menghilangkan bayangan keraguan ialah Ilmu Perbintangan. Jika seorang ahli perbintangan dikurung selama enam bulan dalam sebuah gua di bawah tanah tanpa jam dan kalender atau alat apapun sehingga ia kehilangan jejak perhitungan hari, hanya dalam beberapa jam di dalam sebuah teropong bintang, dengan memeriksa posisi dan gerakan bintang-bintang, ia akan sanggup mengetahui waktu, penanggalan serta hari apa saat itu.

Pernyataan ahli Ilmu Perbintangan tentang urutan hari-hari dalam minggu :

  • Dalam bukunya “Hari Yang Hampir Dilupakan” ( hal 30-32 ), Mark Finley menulis : “Sehubungan dengan usaha untuk mendapatkan bukti yang nyata tentang asal usul dan berkesinambungannya siklus mingguan, saya memutuskan untuk menulis surat kepada ahli Ilmu Perbintangan Kerajaan di Royal Greenwich Observatory, London, Inggris. Observatorium Greenwich ini menyimpan catatan yang akurat tentang waktu di seluruh duniaInilah surat saya yang ditulis pada tanggal 11 Februari 1974:

Tuan yang terhormat,

Pada saat ini saya sedang mengadakan penelitian tentang urutan siklus mingguan yang tidak pernah putus. Beberapa ahli ilmu perbintangan Eropah menyatakan bahwa siklus mingguan telah sampai kepada kita secara terus menerus dan tidak pernah putus sejak waktu yang lalu; dengan kata lain, bahwa hari ketujuh yang kita miliki dalam siklus mingguan sekarang ini, misalnya saja, adalah sama dengan hari ketujuh dalam minggu yang terdapat di zaman Alkitab. Pertanyaan saya terbagi dalam tiga bagian:
1. Apakah hasil penyelidikan Anda sehubungan dengan siklus mingguan yang tidak pernah putus sejak masa yang lalu itu?
2. Apakah dengan adanya perubahan kalender di masa yang lalu (dari Julian ke Gregorian, dan sebagainya) mempengaruhi siklus mingguan tersebut?
3. Apakah hari Sabtu yang kita miliki pada zaman ini mempunyai pernyataan garis lurus yang sama dalam siklus tujuh hari dibandingkan dengan had Sabtu yang disebutkan dalam catatan Alkitab pada hari penyaliban Kristus?

“Saya sangat menghargai waktu yang Anda gunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dan dengan segera mengharapkan jawabanya.

Hormat saya, Mark Finley

Lalu jawabannya…

Tuan yang terhormat,

Surat saudara yang ditujukan kepada ahli Ilmu Perbintangan Kerajaan di Greenwich telah dikirimkan kepada kami, dan pimpinannya telah meminta saya untuk menjawabnya.

Kesinambungan tujuh hari dalam satu minggu sudah dipertahankan sejak zaman yang paling awal dalam agama orang Yahudi.

Ahli perbintangan boleh jadi menaruh perhatian sehubungan dengan keputusan-keputusan tentang waktu, tanggal di kalender, dan tahun. Akan tetapi, oleh karena siklus mingguan adalah siklus sipil, sosial, dan agama, maka tidak ada alasan apapun yang membuat hal itu diganggu oleh penyesuaian yang terjadi di dalam kalender.

Setiap usaha yang dilakukan untuk mengganggu siklus tujuh hari itu selalu saja menimbulkan tantangan yang sangat keras dari pihak kekuasaan bangsa Yahudi, dan kita memastikan bahwa tidak ada gangguan apapun yang terjadi dengan adanya perubahan. Perubahan model kaiender dari Julian ke Gregorian (1582-1927) sudah terjadi tetapi siklus urutan hari dalam minggu itu tidak berubah.

Sahabatmu

R. H. Tucker Pegawai urusan Penerangan

Urutan hari-hari dalam satu minggu tidak pernah berubah. Dari manakah perhitungan 1 minggu = 7 hari?

Dari manakah perhitungan 1 hari = 24 jam?
Para ahli menghitung dari lamanya bumi mengitari porosnya sendiri (rotasi bumi).Dari manakah perhitungan lamanya 1 bulan?
Para ahli menghitung dari lamanya bulan mengitari bumi.Dari manakah perhitungan berapa lama 1 tahun?
Para ahli menghitung dari lamanya bumi mengitari matahari (revolusi bumi).

Dari manakan perhitungan 1 minggu (yakni 7 hari)?
Para ahli tidak dapat menemukan jawabnya dari fenomena alam, jawabannya hanya terdapat di Alkitab, yaitu karena Allah sendirilah yang membuatnya demikian. “… Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, … Ia berhenti pada hari ketujuh ..” Keluaran 20:11

Catatan :

Sejarah membuktikan bahwa periode satu minggu terdiri dari 7 hari inilah yang paling sesuai dengan irama hidup sehari-hari. Pada tahun 1792 Perancis mencoba sistem 1 minggu = 10 hari, tetapi gagal. Pada tahun 1929 Uni Soviet mencoba sistem 5 hari dan pada tahun 1932 enam hari, tetapi pada tahun 1940 mereka kembali ke sistem 7 hari. (Widya Wiyata-Aneka Keajaiban hal 7).

Pos ini dipublikasikan di Ideologi, Misteri yang belum terpecahkan, Sejarah & Filsafat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s